Bitcoin & Cryptocurrency Lainnya Telah Memenuhi Syariat Islam

Selamat datang kembali di blog pribadi Adi Gunawan. Blog ini sepenuhnya adalah media online yang mengulas topik seputar internetpreneur, internet marketing, informasi seputar trading exchange, bitcoin, cryptocurrency, forex, bursa saham, pemasaran afiliasi, google adsense dan info bisnis online lainnya.

Baiklah, pada kesempatan ini kita membahas artikel yang berjudul : Bitcoin & Cryptocurrency Lainnya Telah Memenuhi Syariat Islam.

Perkembangan mata uang digital seperti Bitcoin & Cryptocurrency lainnya yang semakin luas membuat para penerbitnya mulai menyasar pasar dengan mayoritas penduduk beragama Islam secara serius.

Stellar, sebuah platform berbasis blockchain, baru saja menerima sertifikasi yang membuat cryptocurrency terbitannya dinilai sudah memenuhi syariat Islam.

Stellar Lumens (XLM), adalah nama mata uang digital yang dimiliki oleh platform asal San Francisco, Amerika Serikat. Saat ini, Lumens merupakan cryptocurrency terbesar ke 6 di dunia berdasarkan coinmarketcap.
Hukum Tentang Bitcoin dan Cryptocurrency dalam Syariat Islam

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, kapitalisasi Stellar Lumens (XLM) saat ini sudah mencapai USD 5 miliar atau sekitar Rp 72 triliun.

Sampai saat ini, Bitcoin masih menjadi mata uang digital paling unggul dengan kapitalisasi USD 127,8 miliar, atau sekitar Rp 1.842 triliun.

Tempat kedua dan ketiga diduduki oleh Ethereum dan Ripple dengan masing-masing kapitalisasi mencapai USD 51 miliar (Rp 736 triliun) dan USD 20 miliar (Rp 291 triliun).
Baca juga : Cara mudah mendapatkan bitcoin untuk pemula

Bitcoin (BTC) & Cryptocurrency Stellar (XLM) Memenuhi Syariat Islam

Lisa Nestor, Director of Partnership Stellar, mengaku pihaknya telah melakukan diskusi dengan Bahrain Economic Development Board, sebuah organisasi yang menjaring investasi dari pihak asing ke dalam negeri, pada tahun lalu. Hal tersebut yang menginisiasi sertifikasi syariat Islam untuk Stellar.

Shariyah Review Bureau (SRB), firma yang memberikan sertifikasi untuk platform blockchain tersebut. SRB sendiri sudah mendapat lisensi dari bank sentral Bahrain.
Kejelasan Tentang Bitcoin dan Cryptocurrency dalam Syariat Islam
Dikutip Adigunawan.NET dari Reuters, Rabu (18/7/2018), tidak asal memberi sertifikasi, SRB akan meminta Lumens memberikan kejelasan terhadap harganya. Selain itu, verifikasi transaksi dalam blockchain milik Stellar juga akan diatur oleh firma tersebut.

Perubahan nilai yang tak jarang bersifat ekstrem memang menjadi salah satu aspek paling disorot oleh SRB, atau penerbit sertifikasi hukum Islam secara umum, terhadap cryptocurrency. Kejelasan mengenai berbagai jenis aset di dalam platform blockchain juga menjadi hal yang masuk pertimbangan mereka.

Kerja sama antara Stellar dan SRB ini bisa dibilang menjadi yang pertama di antara negara asal Timur Tengah dengan platform penyedia crypctocurrency.

Pasalnya, sikap skeptis memang sempat dipegang erat oleh negara-negara Timur Tengah dalam memandang penggunaan mata uang digital di kawasannya.

Menariknya, keputusan Bahrain pun diikuti oleh Arab Saudi. Pada Februari lalu, bank sentral dari negara yang beribu kota di Riyadh tersebut telah menjalin kerja sama dengan Ripple, cryptocurrency asal AS yang membantu institusi perbankan di sana melakukan penerapan metode pembayaran berbasis teknologi blockchain.


Selain berhasil mendapatkan sertifikasi hukum Islam, Stellar juga tengah menjalin kerja sama dengan IBM untuk mengembangkan penerapan teknologi blockchain.

Platform yang dimiliki Stellar sendiri tidak hanya digunakan untuk metode pembayaran, melainkan digitalisasi aset juga menjadi salah satu kegunaannya.

Silahkan komentar pada kolom dibawah ini jika ada yang ingin ditanyakan tentang Bitcoin & Cryptocurrency Lainnya Telah Memenuhi Syariat Islam.
Untuk mendapat notifikasi setiap artikel terbaru.
Masukkan e-mail anda disini
Selanjutnya cek e-mail anda untuk verifikasi

0 Response to "Bitcoin & Cryptocurrency Lainnya Telah Memenuhi Syariat Islam"