Cara Analisa Trading Dengan Bollinger Bands dan Kombinasi Trendline

Cara Analisa Trading Dengan Bollinger Bands dan Kombinasi Trendline

Selamat datang kembali di blog personal Adi Gunawan. AdiGunawan.NET adalah media online berbagi pengalaman yang diluncurkan pada bulan desember 2016, yang berkomitmen menyajikan konten berkualitas dan bermanfaat.
Ulasan di blog ini terdiri dari berbagai topik: internet marketing, informasi trading exchange, bitcoin & cryptocurrency, broker forex, bursa saham, afiliasi marketing, bisnis investasi, dan info bisnis online lainnya.

Apa itu Indikator Bollinger Bands?

Bollinger Bands (kita sebut sebagai BB) merupakan salah satu indikator yang juga populer di kalangan para trader. Indikator ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, yaitu John Bollinger.

Bollinger Bands bisa membantu Anda untuk mengukur volatilitas pasar dan memperkirakan range (rentang) pergerakan harga. Indikator ini terdiri atas tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga. Ketiga garis yang dimaksud adalah upper band, middle band dan lower band.
4 Fase Gerakan Bollinger band
Indikator Bollinger Bands
Ada 4 Fase Gerakan Bollinger band yang harus kita pahami sehingga kita bisa menentukan strategi yang akan dipakai pada masing-masing kondisi , yaitu :

1. Kondisi Normal
Kondisi bollinger normal ditandai dengan lebar pita band cenderung sama dari waktu ke waktu. Dengan bentuk mandatar namun tidak menyempit, atau miring sesuai trend dengan tingkat kemiringan dibawah 45 derajat.
Kondisi Normal
Pada kondisi bollinger normal market akan bergerak bolak balik diantara pita band. Artinya ketika market menyentuh pita luar band, maka market akan kembali ketengah . 

Sehingga pita bollinger bands juga disebut sebagai dinamis support / resistance  . 

Pada kondisi bollinger normal , strategi yang cocok digunakan adalah strategi scalping.


2. Fase persiapan break
Fase persiapan break ini ditandai dengan bollinger yang cenderung menyempit atau mendatar . Penyebabnya bisa jadi karena market benar-benar sepi ,atau karena penjual dan pembeli sedang menunggu.
Fase persiapan break
Strategi yang bisa digunakan pada kondisi ini adalah strategi jebakan (traping)


3. Fase Break
Kondisi break ditandai dengan pita atas dan bawah melebar menjauh .Ini terjadi karena membludaknya order sehingga tenaga market begitu besar . Dampaknya market akan bergerak lurus. 
Fase Break
Pada fase break tidak  mungkin terjadi pembalikan arah trend secara normal, keculai terjadi konvergen . 

Strategi yang cocok pada kondisi seperti ini adalah strategi breakout.


4. Fase Normalisasi Break
Fase ini adalah untuk mencari keseimbangan dan testing trend.Disinilah kekuatan sebuah trend di uji.
Fase Normalisasi Break
Fase ini ditandai dengan pita band yang bergerak searah sesuai trend yang telah dibentuk. Dampaknya grafik akan mendatar atau membentuk pola wedges . Pada kondidi seperti ini sebaiknya jangan masuk ke pasar, melainkan menunggu sampai muncul signal selanjutnya.


5. Fase Penutupan Break
Pada fase penutupan break ini pita bollinger akan menyempit . Arah market pada fase ini biasanya mendatar atau berlawanan dengan trend yang baru saja terbentuk.
Fase Penutupan Break
Pada kondisi seperti ini sebaiknya menunggu konfirmasi dari signal yang akan muncul selanjutnya.

Itulah cara membaca bollinger bands berdasarkan fase yang dimiliki indikator bollinger bands, yang pada awalnya berfungsi untuk mengukur keramaian pasar. Dalam perkembangannya seorang trader bisa  menentukan arah market selanjutnya dari hanya membaca bollinger bands seperti di atas.


Apa itu Trendline?

Trendline merupakan alat yang sangat lazim digunakan dalam analisis teknikal. Bahkan perannya sangat penting, karena strategi trading yang paling baik itu adalah trading yang mengikuti tren pergerakan harga. Jika kita bisa menggambar trendline dengan tepat, maka garis tersebut bisa sama akuratnya dengan metode trading yang lain. Maka persiapkan diri Anda untuk lebih mengenali garis sederhana yang disebut trendline ini.

Sangat penting pula bagi Anda untuk bisa mengidentifikasi tren itu sendiri, sebab kegagalan mengenali tren adalah awal dari kegagalan Anda meraih keuntungan dalam trading. OK, sebelum melangkah lebih jauh, kita akan bahas jenis-jenis tren dulu.

Pada dasarnya hanya ada tiga tren: naik (uptrend), turun (downtrend) dan datar (sideways).


Tutorial Trading dengan Indikator Bollinger Bands dan Kombinasi Trendline

Dibawah ini adalah Tutorial dan Cara Penggunaan Indikator Bollinger Bands dalam Trading dengan Kombinasi Indikator Trendline.

1. Pilih indikator Bollinger Bands dari daftar indikator
Tutorial Trading dengan Indikator Bollinger Bands
2. Kita bebas menggunakan Time Interval berapa saja, disini saya menggunakan TF : 15 M (lihat gambar di atas kolom hijau

3. Bollinger Bands terdiri dari 3 garis yaitu :
  • Garis Paling Atas ( Upper bands)
  • Garis tengah (Middle bands)
  • Garis paling bawah (Lower bands)
Bollinger Bands


Strategi Trading Menggunakan Bollinger Bands

1. Strategi Bouncing/Memantul
Strategi Trading Menggunakan Bollinger Bands

Sinyal BELI Indikator Bollinger Bands:

  1. Tunggu hingga pergerakan candlestick (warna merah) telah menyentuh atau menabrak Lower bands.
  2. Tunggu konfirmasi terbentuknya candlestick bullish (warna putih)
  3. Lakukan transaksi Beli pada harga tersebut.

Sinyal JUAL Indikator Bollinger Bands:

  1. Tunggu hingga pergerakan candlestick (warna putih) telah menyentuh Upper bands
  2. Tunggu konfirmasi terbentuknya candlestick bearish (warna merah)
  3. Lakukan transaksi Jual pada harga tersebut

2. Strategi Kombinasi dengan Trendline
Strategi untuk memprediksi dan menemukan kapan akan terjadi pembalikan harga bitcoin sebagai dasar untuk melakukan transaksi Beli atau Jual.
Setelah memilih indikator Bollinger Bands, tambahkan juga garis trend/Trendline.
Strategi Kombinasi dengan Trendline
Untuk membuat garis trend kita membutuhkan paling sedikit 2 titik Puncak ataupun 2 titik Lembah pergerakan harga terakhir.
Bollinger Bands dengan Kombinasi Trendline


Sinyal Beli dan Jual Indikator Bollinger Bands

Ketika pergerakan harga/candlestick telah menembus/melewati garis Trendline. Maka prediksi pergerakan harga cenderung akan berbalik arah menjadi turun/downtrend dan sebaliknya naik/Upptrend.

1. Sinyal untuk Beli Indikator Bollinger Bands
Sinyal untuk Beli Indikator Bollinger Bands

2. Sinyal untuk Jual Indikator Bollinger Bands
Sinyal untuk Jual Indikator Bollinger Bands


Demikianlah pemahaman tentang Indikator Bollinger Bands, beserta tutorial dan cara penggunaan indikator bollinger bands dalam trading dengan kombinasi Trendline. Semoga bermanfaat. Terima kaasih.
Tempat Trading Bitcoin dan Cryptocurrency Terbaik
AdiGunawan.NET) - Rating : 4/5 of 9795 count.
Judul : Cara Analisa Trading Dengan Bollinger Bands dan Kombinasi Trendline
Diskripsi : Tutorial dan Cara Penggunaan Indikator Bollinger Bands dalam Trading dengan Kombinasi Indikator Trendline
Untuk mendapat notifikasi setiap artikel terbaru, Masukkan e-mail Anda disini
Selanjutnya cek e-mail Anda untuk verifikasi.
Tuliskan komentar relevan dibawah ini dengan jelas dan sopan, sesuai dengan topik postingan tentang ", , ". Baca artikel lainnya di Daftar Isi

Untuk menghindari spam dan tautan aktif, komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Dapatkan balasan dari Adi Gunawan melalui e-mail Anda :

0 Response to "Cara Analisa Trading Dengan Bollinger Bands dan Kombinasi Trendline"