Cara Analisa Trading Bitcoin & Crypto dengan Candlestick

Cara Analisa Trading Bitcoin & Crypto dengan Candlestick

Pada kesempatan ini AdiGunawan.NET akan mengulas tentang "" dengan judul artikel "Cara Analisa Trading Bitcoin & Crypto dengan Candlestick".
Cara trading cryptocurrency bitcoin 2019 untuk pemula dengan membaca arah pergerakan harga menggunakan indikator candlestick di indodax maupun di exchanger crypto terbaik lainnya.

Banyak teman saya yang bertanya, bagaimana sih cara trading bitcoin? Gimana sih langkah awal jual beli mata uang digital, apa saja yang dibutuhkan untuk terjun kedalam dunia trading cryptocurrency? Oleh karena itu saya buat artikel ini agar saya tidak perlu lagi jawab satu-satu, tinggal tunjukin link yang mengarahkan ke artikel ini saja nantinya.

Disini saya tidak menekankan pada detail teknisnya, melainkan bahasan mengenai tahap awal dalam menganalisa pergerakan harga untuk melakukan aktivitas trading bitcoin.

Trading merupakan pertukaran barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lain. Ketika Anda berdagang, maka itu disebut juga salah satu aktivitas trading. Anda membeli sebuah baju dengan harga 50 ribu, kemudian Anda menjual lagi baju tersebut ke teman Anda dengan harga 60 ribu. Dari aktivitas trading tersebut, maka Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 ribu rupiah saat baju tersebut laku dan dibeli teman Anda.

Pada tahap ini, saya yakin pastinya Anda sudah sangat paham mengenai maksud dan tujuan dalam trading, yaitu mencari keuntungan yakni dari selisih antara harga jual dan harga beli yang Anda lakukan di awal. Dalam trading mata uang digital pun seperti itu. Misalkan Anda membeli satu koin bitcoin (Btc) dengan harga 102 juta, lalu beberapa hari kemudian Anda menjual koin btc tersebut dengan harga 105 juta. Maka 3 juta itulah keuntungan yang Anda dapatkan pada aktivitas trading bitcoin.

Catatan : bitcoin bukanlah satu-satu nya cryptocurrency, anda bisa membeli koin cryptocurrency lain yang lebih murah, saat ini cryptocurrency dengan termurah adalah siacashcoin (scc) yaitu Rp.1 di Indodax Exchange.

Cara Analisa Trading Crypto dengan Candlestick

Jika syarat untuk meraih profit itu adalah prediksi yang benar, maka kita harus berusaha untuk bisa memprediksi arah market selanjutnya. Dan memprediksi arah harga market crypto itu bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
  1. Untuk membaca grafik dan membaca indikator akan dibahas pada bagian lain. Yang akan kita bahas sekarang adalah bagaimana membaca candlestick sehingga kita bisa mempresiksi arah market selanjutnya.
  2. Yang harus diketahui untuk membaca candlestick adalah bagian candlestick itu sendiri. Kita semua tahu bahwa candlestick tebentuk karena adanya Harga Pembukaan (open), Harga tertinggi (high), Harga terendah (low ) dan Harga Penutupan (close ) pada suatu periode atau time frame.
  3. Perbedaan posisi dari Open, High,Low dan Close inilah yang membuat bentuk candlestick dari waktu ke waktu berbeda. Dan dari suatu bentuk candlestick, itu terdiri dari beberapa bagian.

1. Candlestick Ekor atas

Ekor atas menunjukan sebuah tekanan dari seller.Semakin besar tekanannya dan buyer tidak bisa mengimbanginya maka buyer akan kalah dan diakhir periode harga tertekan kebawah membentuk ekor yang panjang.

2. Candlestick Body

Besarnya body menunjukan sebuah dominasi antara buyer dan seller. JIka pada saat itu buyer yang mendominasi pasar maka body candle akan berwarna cerah ( putih/hijau).
Begitu pula ketika yang mendominasi adalah seller maka body candle berwarna gelap (merah/hitam).

3. Candlestick Ekor bawah

Ekor bawah menunjukan dorongan yang dilakukan oleh buyer. Dorongan yang besar akan mengangkat harga menjadi lebih tinggi . Jika sebelumnya harga turun maka dengan adanya dorongan akan terbentuk sebuah ekor bawah.

Dari ketiga hal diatas yaitu TEKANAN JUAL - DOMINASI - DORONGAN BELI kita bisa membaca apa yang terjadi pada candlestick.

Membaca Indikator Candlstick

Pada awalnya market di dominasi oleh Trader (BUYER/SELLER) namun kemudian (BUYER/SELLER) memberikan perlawanan dengan melakukan (TEKANAN JUAL/DORONGAN BELI). Jika diakhir periode hasilnya :

1. Buyer tetap mendominasi. Maka candle berikutnya kemungkinan besar akan naik.
2. Tekanan jual lebih besar dari dominasi buyer , Maka candle berikutnya kemungkinan akan turun.
3. Seller tetap mendominasi .Maka candle berikutnya masih mungkin turun.
4. Dorongan beli lebih besar dari dominasi seller , candle berikutnya kemungkinan akan naik.

Selanjutnya anda tinggal merasakan tenaganya. Jikacandle bergerak cepat maka tenaga candle itu besar dan jika candle itu lambat gerakannya maka tenaganya kecil. Selain itu perlu diperhatikan posisi dari candlestick itu sendiri apakah berada di zona overbought, oversold atau kondisi normal.

Ketika grafik berada di area oversold dan sebuah candlestick mendapatkan dorongan beli yang besar maka kemungkinan selanjutnya akan terbentuk bullish candlestick. Begitu pula sebaliknya.

Contoh :
Cara trading cryptocurrency bitcoin 2019 untuk pemula

Cara Membaca Candlestick Chart

Salah satu cara menganalisa secara teknikal adalah dengan membaca candlestick chart. Menurut analisa teknikal, dari data yang diberikan candlestick yang telah terbentuk, kita bisa memprediksi seperti apa candle selanjutnya yang akan terbentuk. Apakah akan candle Naik atau Candle turun. Sehingga jika kita memiliki gambaran candle apa yang akan terbentuk, kita bisa mengambil keputusan apakah melakukan buy atau sell.

Secara psikology, candle terbentuk karena adanya tekanan penjualan dan dorongan pembelian. Perbedaan besarnya tekanan dan dorongan inilah yang kemudian menyebabkan bentuk candlestik berbeda satu sama lainnya.

Kronologi terbentuknya candlestick :

- Ketika ada banyak pembeli yang melakukan pembelian, harga market semakin meningkat sehingga pada akhir periode market ditutup diatas harga pembukaan, akhirnya terbentuklah candle Naik (hijau).

Besarnya dorongan beli bisa diukur dari pergerakan market dari Low sampai Close. Semakin besar dorongannya, maka semakin besar body candle yang terbentuk. Sehingga besarnya body candle hijau ini menunjukan dominasi pembeli.

- Ketika banyak trader yang melakukan penjualan, harga market semakin turun, sehingga pada akhir periode biasanya nilai penutupan market dibawah harga pembukaan. Kondisi inilah yang menyebabkan candle yang terbentuk berwarna merah (turun). Pada candle Turun ( merah) tekanan penjual diukur dari High sampai Close.

Semakin besar tekanan penjualan, maka harga akan semakin jatuh dan semakin membentuk body candle merah yang panjang. Sehingga besarnya body candle merah ini menunjukan
besarnya dominasi penjual.

Untuk menentukan arah candle selanjutnya, ada beberapa hal yang harus di perhatikan. Yaitu :
1. Perlawanan
2. Percepatan gerak
3. Perlambatan laju
4. Percobaan Balik arah
5. Konvergen
Cara Membaca Candlestick untuk Analisa Pergerakan Harga

1. CANDLESTICK PERLAWANAN

Candlestick PERLAWANAN
Pointnya adalah ketika salah satu pihak mendominasi pasar maka candle akan bergerak ke satu arah. Misalnya ketika Pembeli mendominasi pasar maka candle akan terus searah naik. Selama tidak ada perlawanan dari penjual ( tidak ada penjualan yang berarti ) candle yang terbentuk mengikuti arah candle sebelumnya.

Sampai suatu saat sebagian trader merasakan harga sudah terlalu tinggi atau sudah terlalu jenuh, maka muncul lah aksi penjualan sebagi bentuk perlawanan dari penjual. Salah satu penyebabnya adalah aksi profit taking.

Bentuk perlawanan ditunjukan oleh ekor candle .Ketika perlawanan lebih besar dari dominasi, maka selanjutnya pihak yang melakukan perlawanan lah yang menang dan akan terjadi pergantian dominasi pasar, sehingga trend akan balik arah. Dari sini kita bisa memprediksi bahwa candle selanjutnya akan balik arah juga.

2. CANDLESTICK PERCEPATAN

CANDLESTICK PERCEPATAN
Body sebuah candle yang lebih besar dari candle sebelumnya menunjukan sebuah antusiasme. Maka ketika banyak trader yang berantusias membuka posisi , ini akan menghasilkan sebuah tenaga untuk menggerakan market jadi searah dengan jenis antusias itu. Apalagi tidak ada perlawanan, maka kita bisa memprediksi candle yang akan terbentuk searah dengan candle yang
membesar

3. CANDLESTICK PERLAMBATAN

CANDLESTICK PERLAMBATAN
Kebalikan dari antusias, keraguan trader untuk membuka posisi menyebabkanmarket bergerak melambat. Keraguan ini muncul karena trader menilai market sudah terlalu tinggi, terlalu rendah, kondisi jenuh atau market berada di zona support & resistance. Dengan tidak adanya trader yang membuka posisi, maka tidak ada tenaga untuk menggerakan market. Pada kondisi seperti ini kita harus siap siap membuka posisi balik arah, karena market akan diambil alih oleh salah satu pihak.

4. CANDLESTICK PERCOBAAN BALIK ARAH

CANDLESTICK PERCOBAAN BALIK ARAH
Pada posisi market yang jenuh akan ada pihak yang mencoba mengakhiri trend yang terjadi, yang ingin membalik arah kan sebuah trend. Namun kadang kala usaha itu diawali dengan sebuah test kondisi, yaitu mengetest apakah market benar -benar bisa dibalik arahkan atau tidak. Ini ditandai dengan ekor candle panjang yang berlawanan dengan arah trend yang sedang terjadi.

Kronologinya adalah sebelum periode berakhir seolah akan terbentuk candle yang berlawanan arah dengan candle sebelumnya. Menuju akhir period candle ditarik kembali dan ditutup menjadi searah dengan candle sebelumnya. Adanya percobaan balik arah ini mengindikasikan akan terjadi balik arah. Sehingga pada kondisi ini kita bisa bersiap siap membuka posisi yang melawan trend.

5. CANDLESTICK KONVERGEN

CANDLESTICK KONVERGEN
Perlambatan body candle dan sebuah perlawanan (nomer 2) menunjukan bahwa sebagian besar trader mengharapkan market balik arah. Namun ketika tiba-tiba muncul sebuah candle yang menunjukan antusias tetap searah dengan trend yang sedang terjadi (nomer 3), ini patut dipertanyakan.

Bisa diibaratkan ketika semua orang menginginkan satu hal, namun ada satu orang menginginkan hal yang berbeda, maka jika dilihat dari tenaganya, tenaga satu orang ini sebenarnya kecil dan boleh dikatakan kosong, sehingga sangat mudah untuk dikalahkan.

Kondisi konvergen candle ini bisa juga terjadi karena ada pihak-pihak tertentu yang ingin mendapatkan harga yang terbaik, walaupun sudah tahu market akan balik arah, namun tetap saja menariknya menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dulu untuk mendapatkan harga yang lebih baik, baru kemudian market dibalik arahkan.

Pada kondisi seperti ini, kita lihat indikator lainnya, jika indikator lain menyatakan konvergen juga, maka kita bisa membuka posisi yang berlawanan dengan trend yang terjadi. Itulah beberapa hal yang harus diketahui dari candlestik untuk menentukan candlestick
berikutnya.

Demikianlah cara trading cryptocurrency bitcoin 2019 untuk pemula dengan membaca arah pergerakan harga menggunakan indikator candlestick di indodax dan exchange lainnya. Semoga dapat di pahami, dan salam profit #TraderCryptoIDN

Tag : Trading Cryptocurrency, cara trading pemula, panduan trading bitcoin, cara analisa trading, strategi prediksi bitcoin.
Untuk mendapat notifikasi setiap artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :
Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi. Tuliskan komentar relevan anda dibawah ini dengan jelas & sopan, sesuai dengan topik ulasan mengenai Trading Cryptocurrency.

5 Komentar "Cara Analisa Trading Bitcoin & Crypto dengan Candlestick"